Mengubah Tampilan Interior di Rancamaya


Setelah lama tidak update, kali ini kami ingin bercerita sedikit tentang project yang kami kerjakan di akhir 2013 lalu. Puji Tuhan, kami mendapatkan kesempatan untuk mendisain interior di kediaman seorang klien di Rancamaya. Ruangan yang kami kerjakan meliputi dapur, kamar mandi, dan pembuatan furniture untuk kamar tidur.

Untuk dapur, konsep yang diminta adalah clean, dominan putih, minimalis, modern dan cerah.

Ada beberapa poin penting yang menjadi fokus utama kami pada saat pengerjaan. Di antaranya, posisi lemari es yang tadinya diletakkan di luar, dipindahkan ke dalam “rumah” dan menjadi satu dengan kitchen set-nya.

Kemudian, lemari untuk kitchen set kami disain se-compact mungkin agar dapat memuat perkakas dapur dan membuat dapur kelihatan lebih rapi. Pintunya juga dibuat agar menutup dengan sistem soft closing.

Kami menambahkan rak stainless untuk tiap lemari.

Tong sampah yang tadinya diletakkan di luar juga kami berikan tempat di bawah tempat cuci piring agar dapur kelihatan lebih rapi dan luas.

Permukaan meja dapur yang tadinya menggunakan solid surface berwarna hitam, kami ganti dengan solid surface baru yang berwarna putih. Tempat cuci piring yang tadinya hanya satu wadah, kami ubah menjadi 2 wadah, di mana yang satu berfungsi sebagai tempat bilas.

Kami juga memaksimalkan area di pojok lemari dengan menggunakan engsel yang dapat ditarik ke samping, jadi lebih banyak ruang untuk menyimpan barang.

Di kamar tidur, kami diberi kesempatan untuk membuatkan lemari pakaian dan meja rias. Konsep yang diminta kurang lebih sama dengan konsep dapur, modern minimalis dan berwarna putih.

Lemari setinggi 2.7 meter yang kami disain khusus untuk memenuhi permintaan klien.

Untuk lemari pakaian, tempat gantungan baju diekspos untuk memaksimalkan pemakaian area di sudut lemari.

Sementara untuk meja rias, kami menyisipkan keranjang untuk menyimpan pakaian kotor di salah satu laci agar kamar kelihatan rapi.

Di kamar mandi utama, kami membuatkan shower box dari kaca sebagai pengganti tirai shower dan menutup area ventilasi dengan kaca buram agar kelihatan lebih apik.

Lalu di kamar mandi tamu, kami melakukan sedikit perubahan dengan mengecat ulang kamar mandi menggunakan warna cerah.

Kami juga mengganti meja wastafel dengan bahan solid surface (sebelumnya granit), mengubah disain mejanya dan mengganti wastafelnya dengan yang baru.

Untuk foto-foto lebih jelasnya, bisa dilihat di halaman facebook kami. Seperti biasa, terima kasih karena sudah mampir di blog kami. Salam sukses selalu🙂

Renovasi rumah bertahap (Tahap 1)


Tahun lalu kami mendapatkan pekerjaan merenovasi sebuah rumah untuk keluarga mungil berjumlah 4 orang. Sepasang suami istri yang berbahagia dengan seorang anak balita dan bayi yang baru lahir. Permintaannya sederhana, meluaskan kamar utama, menambah sebuah kamar tidur dan kamar mandi serta mengecor dak untuk persiapan meluaskan bangunan menjadi 2 lantai nantinya. Berikut adalah gambar denah awal dan denah akhirnya beserta dengan ukurannya.

denah awal

denah awal

denah akhir

denah akhir

Pengerjaannya sendiri memakan waktu hampir 6 bulan, dari mulai bongkar sampai selesai finishing. Semestinya bisa selesai lebih cepat dari itu, karena terpotong libur Lebaran. Dan inilah hasilnya sesudah rumah siap kembali ditempati.

tampak depan

tampak depan rumah setelah dicat ulang

dak beton garasi

dak beton garasi yang sudah rapi kembali

tangga dari batu teplek dan konblok berlubang untuk halaman depan

tangga dari batu teplek
dan konblok berlubang untuk halaman depan

ruang tamu dan ruang keluarga sebelum disekat

ruang tamu dan ruang keluarga sebelum disekat

ruang tamu dan keluarga arah keluar

ruang tamu dan keluarga arah keluar

ruang makan arah kamar mandi

ruang makan arah kamar mandi

dapur dan tangga menuju jemuran

dapur dan tangga menuju jemuran

meja dapur dengan aksen mosaik

meja dapur dengan aksen mosaik

tangga dengan ruang penyimpanan sebelah kanannya

tangga dengan ruang penyimpanan sebelah kanannya

pintu menuju dak atas

pintu menuju dak atas

dapur dari arah atas tangga

dapur dari arah atas tangga

bagian atas dapur yang menjadi void dan ventilasi

bagian atas dapur yang menjadi void dan ventilasi

keramik lantai kamar mandi

keramik lantai kamar mandi

keramik dinding kamar mandi

keramik dinding kamar mandi

kamar tidur tamu

kamar tidur tamu

kamar tidur utama arah depan

kamar tidur utama arah depan

kamar tidur utama arah belakang

kamar tidur utama arah belakang

Nantikan lanjutannya setelah rumah direnovasi kembali untuk area lantai 2-nya…

Inspirasi di Keramika 2013


Hari Minggu kemarin kami berkunjung ke pameran Keramika di JCC. Disana kami mendapatkan beberapa inspirasi untuk proyek yang sedang kami tangani. Pada artikel kali ini kami ingin membagikan beberapa contoh keramik dan granit yang akan menarik bila di aplikasikan pada rumah atau ruang publik. Gambar akan kami sajikan secara acak tanpa peringkat, karena kami tidak memberikan penilaian tetapi hanya berbagi informasi.

Di stand Pegasus kami melihat inserto bunga yang ini.

Lain lagi dengan apa yang ditampilkan di stand Platinum, Inserto bunga yang cukup menarik bukan.

Yang ini bisa jadi ide untuk meja dan dinding dapur rumah Anda.

Setelah itu kami berputar-putar di stand Roman. Dan ada banyak hal menarik yang ditampilkan disana. Seperti foto dibawah ini. Keramik yang satu ini tampilannya mirip dengan mosaik, hanya saja pemasangannya lebih mudah daripada mosaik.

Tampak close-up dari keramik interlock Roman, bagian natnya yang lebar harus di isi dengan nat khusus.

Keramik interlock adalah keramik dengan bentuk yang tidak kotak atau persegi seperti biasanya. Di sesuaikan dengan model atau desain, sehingga lebih menyerupai tampilan batu alam. Seperti contoh pada foto dibawah ini.

Nah, keramik yang satu ini cocok untuk teras atau ruang publik maupun restoran bergaya mediterania.

Selain untuk lantai, motif ini juga cocok untuk fasad rumah atau tembok pembatas/partisi.

A mix from the old style with a modern colour.

Desain model tegel dengan warna pastel.

Bahkan ada model teraso.

Close-up detail keramik teraso yang mirip dengan teraso sebenarnya.

Pada stand Milan kami melihat beberapa model keramik yang cantik ini. Dan keramik Habitat dari Milan sudah menggunakan anti slip, jadi walaupun permukaannya tidak terlalu kasar tetapi tidak licin. Cocok diaplikasikan untuk luar ruangan dan area publik. Dan lapisan I-care yang menurut mereka bisa mencegah bakteri dan air untuk menempel, sehingga keramik lebih mudah dibersihkan dan higenis.

Inserto untuk lantai yang bisa dipakai satuan ataupun dalam jumlah yang banyak pada satu ruangan.

Inserto dengan gaya semi-klasik ini bisa diaplikasikan pada lantai dan dinding.

Lanjut ke stand Centro, yang banyak menampilkan keramik dengan sistem interlock juga dan body keramik yang memiliki relief (3D efek). Menarik bukan tampilan keramik yang satu ini.

Ini tampak close-upnya.

Warna warni yang cerah ceria, cocok untuk kamar mandi anak.

Dengan teknik digital printing maka tampilan keramik bisa setajam dan semakin beragam warna dan aplikasinya.

Pada sudut tertentu maka keramik ini terlihat seperti 3 dimensi, timbul tenggelam (memiliki kedalaman).

Dengan ini Anda bisa lebih berkreasi untuk tampilan rumah Anda. Tampak tidak jauh berbeda dengan batu alam yang asli, tetapi lebih mudah dalam perawatannya.

Yang terakhir adalah stand KIA. Stand yang terlihat berkesinambungan dengan konsep yang mereka tonjolkan yaitu Eco. Bekerjasama dengan vendor tanaman, stand mereka terlihat asri.

Ada kolam kecil dan tiang yang seperti pohon.

Partisi yang terbuat dari potongan bambu serta pot tanaman gantung yang terasa menyejukan.

Inserto yang kaya warna ini sangat bagus tampilan dan penempatannya pada stand.

Untuk tahun ini tidak terlalu banyak hal yang menarik pada stand granit tile. Untuk Niro granit mereka meluncurkan granit dengan bentuk hexagonal, dan granit berukuran besar tetapi tipis. Untuk Roman granit dan Indogres membuat granit dengan ukuran 120x60cm.

Dengan semakin banyaknya produsen granit tile dan keramik yang menggunakan teknik digital printing maka ukuran dan desain bukanlah suatu masalah lagi. Termasuk dengan bentuk atau tekstur body yang semakin beragam. Dunia keramik ini menjadi semakin menarik saja untuk disimak kelanjutannya.

Semoga artikel kali ini pun bisa berguna untuk para pembaca seperti artikel kami selama ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu di blog kami dan jangan lupa kunjungi facebook page kami untuk melihat foto pameran lainnya…salam.

Memasang Keramik Dinding dan Meja Dapur Part 2


Halo semuanya, setelah sebelumnya di part 1 dijelaskan cara memasang keramik dinding dapur maka pada part 2 ini kami akan menjelaskan cara memasang keramik untuk meja dapur dan persiapannya.

Info tambahan, ketinggian meja dapur yang ideal adalah 70-80cm dari lantai dan untuk ketinggian meja kompornya adalah 50-60cm dari lantai. Lebar mejanya sendiri antara 50-65cm. Usahakan pipa pembuangan dari tempat cuci piring tidak terlalu banyak berkelok-kelok, agar air dan kotoran tidak mengendap. Kotoran bisa membuat saluran menjadi mampat dan air bisa membuat bau tidak sedap. Bila memungkinkan, buatlah bak kontrol di dekat saluran pembuangan. Agar bila terjadi masalah atau tersumbat, bisa dengan mudah diketahui penyebabnya dan diatasi.

Setelah ini kita langsung saja masuk ke pembahasannya…

Memasang Keramik Meja Dapur

Langkah pertama, buatlah cor-an meja dapur. Bila ketinggian akhir meja dapur 80cm maka buatlah tinggi cor-an meja dapur tersebut sekitar 77cm. Mengapa? Karena memperhitungkan ketinggian adukan semen setebal 2cm dan ketebalan keramik yang berkisar sekitar 0,8-1cm. Lebarnya dibuat sekitar 60cm, kenapa tidak dikurangi? Karena 60cm sudah hasil pengurangan 3cm seperti ketinggian meja tetapi ditambahkan pula 3cm hasil dari pasangan keramik dinding yaitu 2cm adukan dan 1cm keramik.

Biarkan cor-an mengering selama semalam, keesokan harinya bisa langsung dipasang keramik. Jangan biarkan cor-an terlalu lama dan beberapa hari kemudian baru dipasang keramiknya. Kenapa? Hal ini menyebabkan cor-an terlalu kering dan keramiknya tidak akan menyatu dengan baik sehingga mudah terlepas dikemudian hari.

Bila cor-an meja masih agak basah, bisa ditaburkan semen kering diatasnya.
Baru diberikan adukan semen diatasnya.

Langkah kedua, pasang keramik meja dapur dimulai dari titik awal yang sama ketika mulai memasang keramik dindingnya. Caranya kurang lebih sama dengan memasang keramik lantai (baca disini). Bila hasil pemasangan keramik dindingnya bagus maka akan lebih mudah memasang keramik meja dapurnya, karena hanya tinggal mengikuti pasangan keramik dinding saja.

Pasang keramik meja sesuai dengan awal mula memasang keramik dinding, ke arah depan.

Langkah ketiga, untuk pemasangan keramik selanjutnya dipasang per kolom bukan perbaris seperti pada waktu pemasangan keramik dindingnya. Bila harus memotong keramik karena ukurannya tidak pas dengan meja yaitu 60cm, usahakan meletakan bagian yang terpotong di sisi sebelah dalam tempat pertemuan antara keramik dinding dan meja. Keramik yang utuh diletakan dibagian depan meja atau yang paling gampang terlihat. Jangan lupa mengecek hasil pemasangan dengan menggunakan waterpass.

Memasang keramik meja per kolom.
Atur ketinggiannya, lalu cek kembali dengan waterpass.

Setelah semua keramik bagian atas meja dapur terpasang maka kita akan melanjutkan pemasangan keramik meja dapur untuk bagian penampangnya. Pada bagian sudut meja, bisa menggunakan kuku macan atau di adu manis. Bila di adu manis, pastikan bahwa bagian siku/pertemuan kedua keramik benar-benar tersisi oleh adukan semen sehingga tidak kosong. Jika tidak terisi, maka pada bagian tersebut keramik akan mudah pecah bila terkena benturan. Penggunaan kuku macan bisa sebagai pemanis dan juga sebagai pelindung. Baik untuk anak-anak atau dari benturan benda lainnya sehingga keramik dibagian itu tidak mudah pecah. Semuanya kembali pada selera si pemilik dapur.

Langkah keempat, potong keramik sesuai dengan ketebalan meja dapur yanhg di inginkan. Biasanya berkisar antara 6-10cm. Lalu pasang keramik hasil potongan tersebut dengan cara seperti pada waktu memasang keramik dinding. Cek dengan waterpass dan juga meteran untuk jarak antar keramiknya.

Berikan adukan semen pada keramik penampang meja yang sudah dipotong sesuai ukuran.
Letakan pada posisi, mulai dari tempat pertama memasang keramik dinding dan meja.
Cek tegak lurusnya dengan menggunakan waterpass atau
alat “lot”
Cek juga ke rataan antara sisi kiri dan kanannya
Ukur jarak antara keramik meja dan penampang, sebagai persiapan memasang kuku macan.

Langkah kelima, pasang kuku macan seperti gambar di bawah ini. Dan pastikan bagian bawahnya benar-benar tersisi semen. Untuk nat-nya diatur sedemikian rupa agar pas dengan nat keramik mejanya.

Mengatur posisi akhir kuku macan.
Berikan adukan semen pada kuku macan, agar benar-benar tidak ada ruang kosong dibawahnya nanti.
Berikan pula adukan semen pada bagian yang akan dipasang kuku macan.
Letakan dan ketuk-ketuk secara perlahan, sampai letaknya sudah pas.
Bersihkan sisa semen pada bagian nat-nya, korek sedikit bila perlu.
Raba dengan tangan untuk mengecek kerataannya.
Kuku macan yang telah terpasang sebaris.

Dan berikut ini adalah hasil akhir dari prose pemasangan tersebut…silakan menikmati.

Hasil akhir meja dan dinding dapur.
Close up listello keramik dinding
Sudut lainnya dari dapur.

Memasang keramik meja dan dinding dapur Part 1


Dear all reader, senang rasanya bisa bertemu kembali…terima kasih sudah mampir mengunjungi blog kami.

Hari ini kami ingin membagikan pengetahuan kami tentang “Memasang keramik untuk meja dan dinding dapur”.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, kami ingin memulai dari pemilihan jenis keramiknya terlebih dahulu.
Untuk dinding dan meja dapur sebaiknya memakai keramik dengan permukaan mengkilap. Bisa juga menggunakan keramik dengan permukaan yang doff/matte, tetapi harus lebih telaten dalam perawatannya.
Dan untuk ukurannya bisa menyesuaikan dengan keingina si pemilik dapur. Apabila dapurnya ingin terlihat lebih tinggi, maka gunakan keramik dengan ukuran 25x33cm, 20x40cm atau 25x45cm dengan posisi vertikal. Bila dapur sudah cukup luas, maka bisa dipasang dengan posisi tidur atau horisontal. Atau bisa menggunakan keramik dengan ukuran 20x20cm dan mosaik untuk mendapatkan kesan yang seimbang antara tinggi dan luasnya.

Nah, sekarang kita mulai ke langkah-langkah pemasangannya :

Memasang Keramik Dinding Dapur
 
Langkah pertama adalah merendam keramik di dalam air selama kurang lebih 30 menit. Karena keramik ber-body merah tingkat penyerapan airnya masih tinggi maka perlu direndam terlebih dahulu sebelum dipasang, agar adukan semen nantinya lebih menyatu dengan keramik dan keramik tidak gampang lepas di kemudian hari.

Merendam keramik dinding
Gelembung udara yang keluar dari pori-pori body keramik merah

Langkah kedua adalah mempersiapkan bidang kerja. Berikan guratan-guratan pada tembok dengan mesin gurinda potong, bila tembok telah terkena cat lebih baik di kikis/kupas/bobok sedikit bagian tembok yang akan dipasang keramik dinding. Hal ini bermaksud agar adukan semen mudah menyatu dengan tembok yang lama.

Dinding yang akan dipasang keramik dan meja dapur.
Guratan pada tembok hasil dari mesin gurinda tangan agar semen yang baru menempel dengan baik.
Perbesar dan perdalam bekas guratan dengan cara di bobok.

Setelah itu langkah ketiganya adalah menarik benang dan mengatur posisi akhir keramik dinding setelah dipasang. Jangan lupa mencek sudut tembok apakah siku atau tidak dan juga kemiringan temboknya sudah bagus atau belum.

Benang acuan pasang keramik yang sudah di timbang terlebih dahulu.
Cek posisi dinding, apakah sudah tegak lurus atau belum dengan menggunakan waterpass.

Lalu langkah keempat adalah menyiapkan adukan semen dan mengaplikasikannya pada tembok yang sebelumnya sudah disiram dengan sedikit air.

Adukan keramik yang agak kering, agar menempel dengan baik.
Aplikasikan pada dinding yang sudah dibasahi sebelumnya setebal kira-kira 2 cm.

Kelima adalah menyetel tingkat kelurusan pasangan keramik nantinya dengan alat “lot” yang bisa terbuat dari batu dan benang.

Batu sebagai pengganti “lot” untuk mengecek hasil pasangan keramik sudah tegak lurus atau belum.
Mengukur jarak antara benang dan tembok sebelum memasang keramik.

Langkah keenam yaitu mulai memasang keramik pertama, dimulai dari sudut tembok baris terbawah yang nantinya lanjut ke samping lalu ke barias di atasnya. Kurang lebih caranya sama seperti memasang keramik dindng kamar mandi. (baca disini) Berikan semen kering pada celah bagian atas dan bawahnya seperti pada gambar berikut ini. Hal ini membantu adukan semen agar lebih cepat mengering dan posisi keramik tidak turun kembali ke bawah.

Menaburkan semen kering dibagian atas keramik.
Meratakan semen kering tersebut agar masuk kedalam adukan dibelakang keramik.
Memberikan semen kering dibagaian bawahnya juga, agar posisi keramik tidak melorot ke bawah.
Keramik pertama yang sudah terpasang di posisinya.

Langkah kedelapan, cek kembali kelurusan hasil pasangan keramik. Ukur jarak antar keramik dan benang pada bagian atas dan bawahnya, pastikan bahwa ukuran keduanya sama.

Mengukur jarak antar benang dan keramik bagian atas.
Mengukur jarak antar benang dan keramik bagian bawah.

Langkah kesembilan, berikan sedikit semen kering pada adukan yang sudah menempel di dinding lalu mulai memasang keramik disamping keramik yang pertama. Lakukan seterusnya lalu naik ke baris di atasnya, sampai ketinggian yang diinginkan. Biasanya ketinggian keramik dinding dapur 50-80cm tergantung dari ketinggian badan si pemakai dapur tersebut atau permintaannya.

Berikan semen kering pada adukan di dinding agar lebih cepat kering.
Bila masih agak basah, lakukan sekali lagi.

Bersambung ke Part 2