Mengganti keramik di lantai 2

Halo semuanya! Setelah lama absen dan puji Tuhan sibuk dengan proyek, kali ini kami muncul lagi dengan tips mengganti keramik dengan granit untuk lantai 2 atau lantai atas.

Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk mengganti keramik/granit :
*Yang pertama adalah dengan tanpa membongkar keramik/granit lama dan meletakkan keramik/granit baru diatas keramik lama atau adukan lama yang sudah dipecah-pecahkan. Tetapi dengan cara ini Anda harus merubah ketinggian pintu dan keramik barunya akan mudah lepas jika kondisi keramik/adukan lamanya tidak bagus.

*Cara yang kedua adalah dengan membuang semua keramik dan adukan yang lama, cara ini lebih makan waktu tapi hasilnya akan lebih bagus karena tidak merubah ketinggian pintu, dan keramik/granit baru tidak akan mudah lepas.

Nah, sekarang kami akan menjelaskan metode pengerjaan dengan cara yang kedua. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Mulailah membongkar keramik yang lama. Dimulai dari bagian pintu balkon atau kamar mandi, karena pada bagian tersebut biasanya terdapat perbedaan ketinggian sehingga lebih mudah untuk melepaskan keramiknya.

Membongkar keramik lama dari bagian pintu balkon.

2. Lanjutkan membongkar ke arah pinggiran tembok, dilanjutkan ke area di sekelilingnya.

3. Buang semua adukan lama hingga yang tersisa tinggal lapisan beton saja.

Lantai 2 setelah dibongkar keramiknya.

4. Berikan campuran pasir dan batu kerikil sebagai lapisan dasar. Selain supaya tidak boros semen, lapisan pasir ini juga berfungsi untuk meredam pergerakan struktur bangunan agar keramik tidak gampang pecah atau retak sehingga nantinya dapat mengurangi risiko terjadinya popping (Banyak kasus poppingatau keramik yang meledak di lantai 2 terjadi karena kondisi beton yang kering atau adanya udara yang terjebak di bawah keramik).

Lapisan pasir ini juga berfungsi mengatur kelembaban di bawah keramik agar keramik tidak meledak.

5. Timbang lagi semua sudut ruangan dengan menggunakan selang timbang, terutama di bagian pintu. Karena ada kemungkinan pemasangan keramik yang lama tidak terlalu bagus sehingga ada perbedaan ketinggian di tiap ruangan atau pintu.

Cek ketinggian air di tembok yang dijadikan acuan.
Beri tanda di tembok lainnya sesuai dengan ketinggian permukaan air.

6. Setelah menimbang dan mengukur semua bagian pintu, ambil bagian terendah dari ukuran pintu sebagai acuan. Hal ini bertujuan agar tidak perlu merubah posisi ketinggian pintu lainnya.

Memastikan ketinggian benang agar sesuai dengan ketinggian keramik sebelumnya.
Memanfaatkan keramik untuk memastikan ketinggian benang di sudut lainnya.

7. Tentukan titik acuan/as-nya. Karena proyek kali ini lantai atas dan bawahnya akan menggunakan jenis granit yang sama termasuk untuk tangganya, maka kami mengambil as/titik acuannya dari posisi tangga seperti pada gambar. Cara ini lebih sulit dan akan menghabiskan lebih banyak granit karena akan ada banyak potongan di bagian sisi ruangan. Usahakan untuk melebihkan jumlah granit/keramiknya sebanyak 20% dari hitungan awal.

Ukur dengan seksama jarak yang diperlukan untuk pemasangan granit pertama.
Mengukur dan menetapkan titik acuan dari tangga.
Pastikan jarak benang sesuai dengan ukuran granit/keramik yang akan dipakai.

8. Setelah benang dipasang dan dicek ketinggiannya, jangan lupa perhatikan juga bagian sikunya. Karena banyak rumah yang temboknya miring sehingga bila salah mengambil acuan maka hasil pemasangan akan terlihat jelek atau berantakan.

Mengecek apakah titik pertemuan benang sudah siku.
Letakkan salah satu granit untuk acuan.

9. Sekarang masuk ke tahap pemasangan granitnya. Beri adukan semen dan ratakan, lalu taburkan semen kering diatasnya. Karena tingkat penyerapan air pada granit lebih sedikit dibandingkan keramik yang ber-body merah, maka granit tidak perlu direndam air sebelumnya.

Menuang adukan semen.
Meratakan adukan.
Menaburkan semen kering ke atas adukan semen yang sudah rata.

10. Letakkan granit/keramik pada posisinya lalu ketuk-ketuk dengan palu sehingga adukan di bawahnya padat dan tingginya sesuai dengan ketinggian benang yang telah diukur sebelumnya. Bila masih ada ruang kosong di bawah granit/keramik, ketika diketuk-ketuk akan terasa seperti ada getaran balik. Jika demikian, angkat kembali granit/keramiknya dan berikan tambahan adukan di tempat yang kurang padat lalu taburkan kembali semen keringnya.

Meletakkan granit di atas adukan.
Mengetuk permukaan granit untuk merasakan getarannya juga bisa dilakukan dengan kepalan tangan.
Cek permukaan granit/keramik dengan waterpas.
Pastikan bahwa granit/keramik sudah terpasang dengan rata.

11. Setelah granit/keramik pertama sebagai patokan terpasang, lanjutkan dengan granit/keramik kedua di sebelahnya dengan cara pasang yang sama. Bila adukan sudah cukup padat maka akan terlihat sedikit air semen atau adukan yang keluar di nat antar granit/keramik tersebut. Berikan sedikit jarak untuk nat, sekitar 1 mm antar granit/keramik. Selain agar nat dapat menempel dengan baik, hal ini juga mencegah agar granit/keramik tidak mudah gumpil bila diketuk dari samping. Nat tersebut juga dapat menyamarkan ukuran granit/keramik yang kadang tidak sama.


Usahakan agar granit/keramik kedua lebih tinggi 0,5mm dari granit/keramik pertama karena pada saat adukan semen di bawahnya mengering, akan terjadi penyusutan yang mengakibatkan granit/keramik kedua sedikit turun.

Untuk permukaan granit/keramik yang sedikit cembung atau cekung, sebaiknya perbedaan ketinggiannya disiasati dan diseimbangkan pada saat pemasangan supaya hasil akhirnya tetap bagus.

Pemasangan granit kedua.
Air semen yang keluar dari celah nat.
Jarak nat antar granit, kurang lebih 1-2 mm.

12. Setelah memasang 3-4 granit/keramik, cek kembali posisi benang agar tetap lurus dan siku. Jangan sampai tertekuk oleh granit/keramik. Setelah selesai memasang satu baris, tarik benang untuk baris disampingnya dan pasang granit/keramik kembali seperti langkah sebelumnya.

Mengecek kembali posisi benang.
Granit yang telah terpasang 1 baris.
Memasang benang untuk baris berikutnya.
Melanjutkan proses pemasangan di ruangan lain.

13. Untuk bagian sisi atau pinggir ruangan, pemasangan dilakukan setelah semua granit/keramik yang utuh terpasang. Ukur dulu dengan seksama, jika ada tembok yang miring maka granit/keramik tersebut harus menyesuaikan dengan temboknya dan ditanam sebagian di bawah tembok.

Memasang granit di pinggir ruangan.
Mengisi semen dari samping granit untuk menyesuaikan ketinggiannya.
Menyisipkan granit di bawah tembok.

Setelah semua granit terpasang dalam ruangan, maka akan terlihat seperti ini :

Jangan lupa untuk merapikan bagian bawah kusen pintu dengan profil semen :

Buang adukan semen yang lama.
Isi dengan adukan semen baru.
Hasil akhir profil kusen pintu sebelum dicat.
Bagian sisi tembok yang belum dirapikan.
Semen kembali tembok sehingga tidak ada celah antara tembok dan granit.

Demikianlah metode yang kami lakukan, semoga membantu Anda semua untuk lebih memahami proses mengganti granit/keramik di lantai 2.
Terima kasih. Salam sukses selalu🙂

4 thoughts on “Mengganti keramik di lantai 2

  1. maaf mau tanya, untuk campuran lapisan pasir dan batu kerikil berapa cm. Kebutuhan/banyaknya pasir dan kerikilnya brp??
    makasih..

  2. Untuk campuran pasir dan kerikilnya kurang lebih 1,5 – 2 cm.

    Lapisan ini juga bisa berguna untuk meratakan lapisan dibwah keramik/granit sebelum lapisan semen, sehingga nanti ketinggian keramik dan granitnya bisa sama, tanpa terlalu banyak menggunakan semen.

    Untuk kebutuhannya sendiri di sesuaikan dengan keadaan di lapangan.

  3. sblmny trm ksh atas jawabannya,,
    mau tanya ne untuk volume masing-masing pasir dan kerikilnya brp kubik,,
    kalau penggunaan Semen instan untuk pekerjaan perata lantai sebelum pemasangan keramik untuk di lantai 2 bagus g?

  4. Untuk volume masing-masing pasir dan kerikilnya tergantung pada seberapa luas area yang akan dipasang keramik tersebut. Jadi saya tidak bisa menyebutkan angka pastinya karena saya tidak tahu berapa luas areanya.

    Menggunakan semen instan juga bagus,hanya saja pengerjaannya haruslah benar-benar apik. Kembali lagi kepada keahlian tukangnya dalam memasang, jangan sampai ada bagian yang berongga atau tidak terkena semen dibawah keramik/granitnya.

    Karena dengan adanya rongga udara tersebut, menyebabkan keramik tidak menempel kuat dengan semennya, suatu saat gampang terjadi poping alias meledak atau lepas. Semoga info dari saya berguna.
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s