Memasang Keramik Dinding dan Meja Dapur Part 2


Halo semuanya, setelah sebelumnya di part 1 dijelaskan cara memasang keramik dinding dapur maka pada part 2 ini kami akan menjelaskan cara memasang keramik untuk meja dapur dan persiapannya.

Info tambahan, ketinggian meja dapur yang ideal adalah 70-80cm dari lantai dan untuk ketinggian meja kompornya adalah 50-60cm dari lantai. Lebar mejanya sendiri antara 50-65cm. Usahakan pipa pembuangan dari tempat cuci piring tidak terlalu banyak berkelok-kelok, agar air dan kotoran tidak mengendap. Kotoran bisa membuat saluran menjadi mampat dan air bisa membuat bau tidak sedap. Bila memungkinkan, buatlah bak kontrol di dekat saluran pembuangan. Agar bila terjadi masalah atau tersumbat, bisa dengan mudah diketahui penyebabnya dan diatasi.

Setelah ini kita langsung saja masuk ke pembahasannya…

Memasang Keramik Meja Dapur

Langkah pertama, buatlah cor-an meja dapur. Bila ketinggian akhir meja dapur 80cm maka buatlah tinggi cor-an meja dapur tersebut sekitar 77cm. Mengapa? Karena memperhitungkan ketinggian adukan semen setebal 2cm dan ketebalan keramik yang berkisar sekitar 0,8-1cm. Lebarnya dibuat sekitar 60cm, kenapa tidak dikurangi? Karena 60cm sudah hasil pengurangan 3cm seperti ketinggian meja tetapi ditambahkan pula 3cm hasil dari pasangan keramik dinding yaitu 2cm adukan dan 1cm keramik.

Biarkan cor-an mengering selama semalam, keesokan harinya bisa langsung dipasang keramik. Jangan biarkan cor-an terlalu lama dan beberapa hari kemudian baru dipasang keramiknya. Kenapa? Hal ini menyebabkan cor-an terlalu kering dan keramiknya tidak akan menyatu dengan baik sehingga mudah terlepas dikemudian hari.

Bila cor-an meja masih agak basah, bisa ditaburkan semen kering diatasnya.
Baru diberikan adukan semen diatasnya.

Langkah kedua, pasang keramik meja dapur dimulai dari titik awal yang sama ketika mulai memasang keramik dindingnya. Caranya kurang lebih sama dengan memasang keramik lantai (baca disini). Bila hasil pemasangan keramik dindingnya bagus maka akan lebih mudah memasang keramik meja dapurnya, karena hanya tinggal mengikuti pasangan keramik dinding saja.

Pasang keramik meja sesuai dengan awal mula memasang keramik dinding, ke arah depan.

Langkah ketiga, untuk pemasangan keramik selanjutnya dipasang per kolom bukan perbaris seperti pada waktu pemasangan keramik dindingnya. Bila harus memotong keramik karena ukurannya tidak pas dengan meja yaitu 60cm, usahakan meletakan bagian yang terpotong di sisi sebelah dalam tempat pertemuan antara keramik dinding dan meja. Keramik yang utuh diletakan dibagian depan meja atau yang paling gampang terlihat. Jangan lupa mengecek hasil pemasangan dengan menggunakan waterpass.

Memasang keramik meja per kolom.
Atur ketinggiannya, lalu cek kembali dengan waterpass.

Setelah semua keramik bagian atas meja dapur terpasang maka kita akan melanjutkan pemasangan keramik meja dapur untuk bagian penampangnya. Pada bagian sudut meja, bisa menggunakan kuku macan atau di adu manis. Bila di adu manis, pastikan bahwa bagian siku/pertemuan kedua keramik benar-benar tersisi oleh adukan semen sehingga tidak kosong. Jika tidak terisi, maka pada bagian tersebut keramik akan mudah pecah bila terkena benturan. Penggunaan kuku macan bisa sebagai pemanis dan juga sebagai pelindung. Baik untuk anak-anak atau dari benturan benda lainnya sehingga keramik dibagian itu tidak mudah pecah. Semuanya kembali pada selera si pemilik dapur.

Langkah keempat, potong keramik sesuai dengan ketebalan meja dapur yanhg di inginkan. Biasanya berkisar antara 6-10cm. Lalu pasang keramik hasil potongan tersebut dengan cara seperti pada waktu memasang keramik dinding. Cek dengan waterpass dan juga meteran untuk jarak antar keramiknya.

Berikan adukan semen pada keramik penampang meja yang sudah dipotong sesuai ukuran.
Letakan pada posisi, mulai dari tempat pertama memasang keramik dinding dan meja.
Cek tegak lurusnya dengan menggunakan waterpass atau
alat “lot”
Cek juga ke rataan antara sisi kiri dan kanannya
Ukur jarak antara keramik meja dan penampang, sebagai persiapan memasang kuku macan.

Langkah kelima, pasang kuku macan seperti gambar di bawah ini. Dan pastikan bagian bawahnya benar-benar tersisi semen. Untuk nat-nya diatur sedemikian rupa agar pas dengan nat keramik mejanya.

Mengatur posisi akhir kuku macan.
Berikan adukan semen pada kuku macan, agar benar-benar tidak ada ruang kosong dibawahnya nanti.
Berikan pula adukan semen pada bagian yang akan dipasang kuku macan.
Letakan dan ketuk-ketuk secara perlahan, sampai letaknya sudah pas.
Bersihkan sisa semen pada bagian nat-nya, korek sedikit bila perlu.
Raba dengan tangan untuk mengecek kerataannya.
Kuku macan yang telah terpasang sebaris.

Dan berikut ini adalah hasil akhir dari prose pemasangan tersebut…silakan menikmati.

Hasil akhir meja dan dinding dapur.
Close up listello keramik dinding
Sudut lainnya dari dapur.

Memasang keramik meja dan dinding dapur Part 1


Dear all reader, senang rasanya bisa bertemu kembali…terima kasih sudah mampir mengunjungi blog kami.

Hari ini kami ingin membagikan pengetahuan kami tentang “Memasang keramik untuk meja dan dinding dapur”.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, kami ingin memulai dari pemilihan jenis keramiknya terlebih dahulu.
Untuk dinding dan meja dapur sebaiknya memakai keramik dengan permukaan mengkilap. Bisa juga menggunakan keramik dengan permukaan yang doff/matte, tetapi harus lebih telaten dalam perawatannya.
Dan untuk ukurannya bisa menyesuaikan dengan keingina si pemilik dapur. Apabila dapurnya ingin terlihat lebih tinggi, maka gunakan keramik dengan ukuran 25x33cm, 20x40cm atau 25x45cm dengan posisi vertikal. Bila dapur sudah cukup luas, maka bisa dipasang dengan posisi tidur atau horisontal. Atau bisa menggunakan keramik dengan ukuran 20x20cm dan mosaik untuk mendapatkan kesan yang seimbang antara tinggi dan luasnya.

Nah, sekarang kita mulai ke langkah-langkah pemasangannya :

Memasang Keramik Dinding Dapur
 
Langkah pertama adalah merendam keramik di dalam air selama kurang lebih 30 menit. Karena keramik ber-body merah tingkat penyerapan airnya masih tinggi maka perlu direndam terlebih dahulu sebelum dipasang, agar adukan semen nantinya lebih menyatu dengan keramik dan keramik tidak gampang lepas di kemudian hari.

Merendam keramik dinding
Gelembung udara yang keluar dari pori-pori body keramik merah

Langkah kedua adalah mempersiapkan bidang kerja. Berikan guratan-guratan pada tembok dengan mesin gurinda potong, bila tembok telah terkena cat lebih baik di kikis/kupas/bobok sedikit bagian tembok yang akan dipasang keramik dinding. Hal ini bermaksud agar adukan semen mudah menyatu dengan tembok yang lama.

Dinding yang akan dipasang keramik dan meja dapur.
Guratan pada tembok hasil dari mesin gurinda tangan agar semen yang baru menempel dengan baik.
Perbesar dan perdalam bekas guratan dengan cara di bobok.

Setelah itu langkah ketiganya adalah menarik benang dan mengatur posisi akhir keramik dinding setelah dipasang. Jangan lupa mencek sudut tembok apakah siku atau tidak dan juga kemiringan temboknya sudah bagus atau belum.

Benang acuan pasang keramik yang sudah di timbang terlebih dahulu.
Cek posisi dinding, apakah sudah tegak lurus atau belum dengan menggunakan waterpass.

Lalu langkah keempat adalah menyiapkan adukan semen dan mengaplikasikannya pada tembok yang sebelumnya sudah disiram dengan sedikit air.

Adukan keramik yang agak kering, agar menempel dengan baik.
Aplikasikan pada dinding yang sudah dibasahi sebelumnya setebal kira-kira 2 cm.

Kelima adalah menyetel tingkat kelurusan pasangan keramik nantinya dengan alat “lot” yang bisa terbuat dari batu dan benang.

Batu sebagai pengganti “lot” untuk mengecek hasil pasangan keramik sudah tegak lurus atau belum.
Mengukur jarak antara benang dan tembok sebelum memasang keramik.

Langkah keenam yaitu mulai memasang keramik pertama, dimulai dari sudut tembok baris terbawah yang nantinya lanjut ke samping lalu ke barias di atasnya. Kurang lebih caranya sama seperti memasang keramik dindng kamar mandi. (baca disini) Berikan semen kering pada celah bagian atas dan bawahnya seperti pada gambar berikut ini. Hal ini membantu adukan semen agar lebih cepat mengering dan posisi keramik tidak turun kembali ke bawah.

Menaburkan semen kering dibagian atas keramik.
Meratakan semen kering tersebut agar masuk kedalam adukan dibelakang keramik.
Memberikan semen kering dibagaian bawahnya juga, agar posisi keramik tidak melorot ke bawah.
Keramik pertama yang sudah terpasang di posisinya.

Langkah kedelapan, cek kembali kelurusan hasil pasangan keramik. Ukur jarak antar keramik dan benang pada bagian atas dan bawahnya, pastikan bahwa ukuran keduanya sama.

Mengukur jarak antar benang dan keramik bagian atas.
Mengukur jarak antar benang dan keramik bagian bawah.

Langkah kesembilan, berikan sedikit semen kering pada adukan yang sudah menempel di dinding lalu mulai memasang keramik disamping keramik yang pertama. Lakukan seterusnya lalu naik ke baris di atasnya, sampai ketinggian yang diinginkan. Biasanya ketinggian keramik dinding dapur 50-80cm tergantung dari ketinggian badan si pemakai dapur tersebut atau permintaannya.

Berikan semen kering pada adukan di dinding agar lebih cepat kering.
Bila masih agak basah, lakukan sekali lagi.

Bersambung ke Part 2

Proses pemasangan batu alam dengan posisi maju mundur


Halo pembaca budiman sekalian…, salam jumpa kembali dengan kami. Mungkin Anda sudah tahu bahwa ada banyak cara dalam memasang batu alam, maka dalam artikel kali ini akan kami akan membahas salah satunya yaitu “Proses pemasangan batu alam dengan posisi maju mundur”. Bisa jadi pemasangan dengan cara ini sudah sering Anda lihat juga,seperti pada gambar berikut ini…

Batu Candi yang dipasang maju mundur

Dan tanpa banyak basa-basi lagi,kita langsung masuk saja pada proses pembuatannya…silakan disimak.

1.      Langkah pertama adalah persiapan material
Yang dibutuhkan adalah paku (biasanya paku beton) dan tali untuk acuan atau istilahnya tarik benang, agar mudah dalam pemasangan batu alamnya nanti sehingga hasilnya rapi serta siku. Semen dan pasir sebagai perekat,pelapis/coating untuk menjaga penampilan permukaan batu alam agar tidak berlumut dan kusam. Dan tidak lupa,batu alamnya itu sendiri.
keramik disamping adalah acuannya
setelah diberi tanda baru dipotong sisinya
hasilnya batu alam dengan sisi yang siku
Karena batu alam bukan buatan pabrik maka pada persiapannya harus dibuat siku terlebih dahulu sisi-sisinya. Bisa memakai keramik yang siku sebagai acuannya.
2.      Langkah kedua adalah mempersiapkan lokasi kerja
tembok yang akan dipasang batu alam
Untuk tembok yang masih baru atau belum di aci,bisa langsung tarik benang dan lanjut ke pemasangan. Tetapi untuk tembok yang sudah jadi dan di cat seperti ini maka temboknya harus di bobok terlebih dahulu atau dirusak/dibuat cacat. Maksudnya agar adukan semen untuk untuk batu alam nanti bisa menempel/menyatu dengan baik dengan lapisan semen sebelumnya. Karena antara cat dan semen tidak akan senyawa atau menempel dengan baik.
3.      Langkah ketiga adalah menarik benang sebagai acuan
paku acuan bagian atas
paku acuan bagian bawah
Ambil salah satu sisi yang siku untuk awal pemasangan,jadi batu alam yang utuh mulai dipasang dari situ. Jangan lupa basahi dahulu tembok sebelumnya,agar lapisan semennya agak melunak dan bisa menyatu dengan lapisan semen yang baru.
4.      Langkah ke empat, pemasangan
permulaan pasang batu alam
pengganjal
Untuk pemasangan maju mundur maka pemasangan dimulai dari bawah ke atas,agar si batu alam tidak merosot ke bawah maka dibutuhkan pengganjal.
batu alam diberi adukan semen pasir
diketuk-ketuk dengan palu agar sesuai tinggi permukaannya
Cara pemasangannya kurang lebih sama dengan cara pasang keramik. Setelah diberi lapisan semen pada bagian belakang batu alam,lalu diletakan pada posisinya dan diketuk-ketuk dengan palu agar lapisan semennya menyebar dan menjadi padat/mengisi ruang kosong dibelakang batu alam tersebut.
bersihkan sisa semen yang keluar
agar cepat kering,diberi bubuk semen untuk menyerap kadar air pada adukan
bersihkan permukaannya dari sisa semen
jangan lupa bagian sisi-sisinya juga
Pada proses ini biasanya ada semen yang berlebih dan keluar melalui sisi samping keramik,cukup bersihkan kelebihan semen ini dengan kuas dan air. Batu alam lebih rentan daripada keramik karena berpori maka harus rajin dalam membersihkan agar tidak ada sisa semen yang meninggalkan noda nantinya.
5.      Langkah kelima, memberikan pelapis atau coating
Setelah selesai dipasang dan sudah agak kering bisa langsung diberikan pelapis atau coating dengan kuas. Kalau pada prosesnya memakan lebih dari 1 hari dan kondisi hujan maka tutupilah batu alam yang sudah terpasang tersebut dengan terpal. Agar air tidak dapat masuk dan membasahi lapisan semen lagi, hal ini bisa menyebabkan lapisan semen lama mengering dan batu alam bisa lepas kembali dari posisinya. Bisa juga membuat penampilan batu alamnya menjadi kotor karena adanya semen yang merembes keluar terbawa oleh air. Biasanya pelapisan diberikan sebanyak 3 kali agar lebih bagus hasilnya dan tahan lama.

Begitulah proses pemasangan untuk batu alam dengan posisi maju mundur. Sekali lagi semoga artikel ini membantu menambah wawasan para pembaca sekalian. Terima kasih kami ucapkan karena sudah berkunjung ke blog kami. Salam sukses…